Rabu, 20 April 2016

KERANGKA PENULISAN ILMIAH


KERANGKA PENULISAN ILMIAH :



COVER
PERNYATAAN ORIGINALITAS DAN PUBLIKASI
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN


BAB 1 PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

1.2 Batasan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Metode Penelitian

1.5 Sistematika Penulisan


BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Modul Radio Frequency Identification (RFID)

 2.1.1 Reader

 2.1.2 Transponder (Tag)

2.2 Mikrokontroler Atmel 89C51

 2.2.1 RAM Internal

 2.2.2 Register Fungsi Khusus

 2.2.3 Flash PEROM

 2.2.4 Reset

 2.2.5 Spesifikasi Umum Mikrokontroler AT89C51

2.3 Motor DC

2.4 LED

2.5 Rangkaian Comparator



BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN


3.1 Gambaran Umum Pintu Tol Otomatis dengan RFID

3.2 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram

 3.2.1 Blok Masukan

 3.2.2 Blok Proses

 3.2.3 Blok Keluaran

3.3 Analisa Rangkaian Secara Detail

3.4 Diagram Alur Cara Kerja Alat

 3.4.1 Penjelasan Diagram Alur Cara Kerja Alat

3.5 Pengkodean Perangkat Mikrokontroler

3.6 Pengkodean Modul RFID

3.7 Analisa Program

 3.7.1 Program Inisialisasi

 3.7.2 Program Masukan

 3.7.3 Program Proses

3.8 Instalasi atau Cara Pengoperasian Alat

3.9 Pengujian Alat


BAB IV PENUTUP


4.1. Kesimpulan

4.2. Saran


CONTOH KUTIPAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG :



Ada dua cara untuk mengutip, yaitu mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.



KUTIPAN TIDAK LANGSUNG


Cara melakukan kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut:
  • Menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa); 
  • Mencantumkan sumber (nama penulis, tahun, dan halaman 

Contoh :

Menurut salah satu historiografi tradisional, penyerahan kekuasaan kerajaan Pajajaran kepada Kerajaan Sumedanglarang berlangsung melalui penyerahan mahkota emas raja Kerajaan Sunda Pajajaran kep[da Prabu Geusan Ulun. Penyerahan mahkota secarasibolisbereti bahwa Sumedanglarang menjadi penerus Kerajaan Sunda (Suryaningrat, 1983: 20—21 dan 30).


KUTIPAN LANGSUNG


Cara melakukan kutipan langsung adalah sebagai berikut.
  • Jika kutipan empat baris atau kurang (langsung pendek): 
  • Dikutip apa adanya; 
  • Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis; 
  • Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan); 
  • Dibubuhi tanda kutip (“….”); 
  • Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber (PTH atau Author, Date, Page (ADP), misalnya (Penulis, 2012:100). 
  • Jika berbahasa lain (asing atau daerah), kutipan ditulis dimiringkan (kursif); 
  • Jika ada kesalahan tik pada kutipan, tambahkan kata sic dalam kurung (sic) di kanan kata yang salah tadi; 
  • Jika ada bagian kalimat yang dihilangkan, ganti bagian itu dengan tanda titik sebanyak tiga biah jika yang dihilangakan itu ada di awal atau di tengah kutipan, dan empat titik jika di bagian akhir kalimat; 
  • Jika ada penambahan komentar, tulis komentar tersebut di antara tandakurung, nislnya, (penggarisbawahan oleh penulis). 


Contoh :


Ada beberapa pendapat mengenai hal itu. Suryaningrat (1983: 20—21 dan 30) mengatakan, “Menurut salah satu historiografi tradisional, penyerahan kekuasaan kerajaan Pajajaran kepada Kerajaan Sumedanglarang berlangsung melalui penyerahan mahkota emas raja Kerajaan Sunda Pajajaran kep[da Prabu Geusan Ulun. Penyerahan mahkota secara simbolis berarti bahwa Sumedanglarang menjadi penerus Kerajaan Sunda,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar